Rabu, 24 Mei 2017

jalan malioboro yang tak pernah sepi

Ketika itu terakhir kali Anda pergi ke Yogyakarta? Yogyakarta menjadi kota yang mampu membuat wisatawan merindukannya dan selalu ingin berlama-lama untuk menikmati suasana kota Gudeg ini. Kota ini masih menawarkan kebijaksanaan budaya lokal di zaman modern. Berada di Yogyakarta, Anda akan mendapatkan sebuah pengalaman yang menarik menjelajahi budaya Jawa yang masih terpelihara sampai sekarang.

Banyak tempat wisata menarik yang dimiliki oleh Sultan, salah satunya sangat populer, tentu saja, jalan Malioboro. 2.5 km panjang jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta ke kantor pos Yogyakarta tidak pernah kosong wisatawan setiap hari. Jalan Malioboro ini sangat dekat dengan istana dan disebut sebagai salah satu titik garis imajiner yang menghubungkan antara Parangtritis Beach, Keraton Yogyakarta dan Gunung Merapi.
Siapa yang akan berpikir jika jalan pertama adalah jalan yang sepi dengan banyak pohon-pohon asam di tepi. Jalan Malioboro hanya dilewati oleh masyarakat yang ingin ke istana, Vredeburg atau Pasar Beringhardjo.

Nama Malioboro juga memiliki dua versi. Pertama, nama ini diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti 'karangan'. Hal ini karena sepanjang jalan dulunya dipenuhi dengan karangan bunga setiap kali Kraton melaksanakan suatu peristiwa atau perayaan. Versi kedua mengatakan bahwa nama jalan diambil dari seorang bangsawan Inggris, Marlborough, yang tinggal di Yogyakarta antara 1881-1816.
Terlepas dari mana nama dimulai Malioboro, jalan yang paling populer di Yogyakarta selalu berhasil menarik perhatian wisatawan yang datang ke kota ini. Jalan Malioboro menjadi semacam pusat toko Yogyakarta. Sepanjang jalan, Anda dapat menemukan berbagai macam souvenir khas mulai dari t-shirt, batik, blangkon, sandal, kerajinan bakpia patok dan yangko yang merupakan makanan khas dari Yogyakarta.

Untuk kuliner, di tempat wisata ini terdapat deretan pkl yang menawarkan yang sederhana namun lezat persembahan. Jangan lupa untuk rasa mencoba nasi gudeg yang telah menjadi wajib kuliner di Yogyakarta. Untuk minuman, menikmati es dawet yang menawarkan rasa kaya gula legit dikombinasikan tebal dan gurih santan. Sementara menikmati hidangan, sekelompok pangamen akan datang dan pergi dengan menyanyikan lagu-lagu yang akan membuat Anda jatuh cinta dengan Yogyakarta.
Sepanjang jalan ada baris becak dan pelanggan menunggu setia delman. Ini adalah waktu bagi Anda untuk pergi sekitar jalan Malioboro dengan moda transportasi khas Yogyakarta. Becak biasa ternyata penjaja menawarkan paket wisata di sekitar pemandangan dengan biaya terjangkau. Delman juga dapat menjadi pilihan jika Anda ingin merasakan pengalaman unik di sekitar Yogyakarta.

1 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di ��PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBAL��

    BalasHapus